Skip to main content

S1 Manajemen Unimus

Tim PPK IMM Ahmad Dahlan UNIMUS Laksanakan Program INOTARUM untuk Tingkatkan Inovasi Olahan Sukun di Desa Taruman

Grobogan, 26 Juli 2026 – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali melaksanakan salah satu program unggulannya, INOTARUM (Inovasi Taruman), sebagai upaya mendorong diversifikasi produk pangan berbasis potensi lokal di Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan.Program INOTARUM dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Sabtu, 25 Juli 2026, dan Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Taruman. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat Desa Taruman dengan tujuan meningkatkan keterampilan dalam mengolah buah sukun menjadi produk pangan bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar. Pada hari pertama, Sabtu, 25 Juli 2026, peserta mengikuti pelatihan pembuatan tepung sukun. Dalam kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada tahapan pengolahan sukun mulai dari proses pemilihan bahan baku, pengupasan, pengirisan, pengeringan, hingga proses penggilingan menjadi tepung yang siap dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai produk olahan pangan. Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan alternatif pemanfaatan sukun agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan hanya dijual dalam bentuk segar.Kegiatan dilanjutkan pada Minggu, 26 Juli 2026, dengan praktik inovasi pengolahan tepung sukun menjadi mendoan, serta pembuatan keripik sukun dan stik sukun sebagai produk olahan unggulan. Pelatihan menghadirkan Ibu Ida Sulistyaningsih, selaku Owner UMKM Putri Mandiri Desa Taruman, sebagai pemateri yang membagikan pengalaman serta keterampilan dalam mengembangkan produk olahan berbasis sukun yang memiliki nilai jual dan diminati konsumen. Selama pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari teknik pengolahan produk, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pemilihan bahan baku, formulasi resep, teknik pengemasan, hingga menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang secara langsung mempraktikkan setiap tahapan produksi bersama narasumber.Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS Tahun 2026, Aji Hildan Ferdiansyah, menyampaikan bahwa Program INOTARUM merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengembangan potensi lokal melalui inovasi produk.“Desa Taruman memiliki potensi sukun yang sangat besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Melalui Program INOTARUM, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengolah sukun menjadi berbagai produk inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi. Harapannya, inovasi ini menjadikan produk olahan sukun sebagai salah satu produk unggulan Desa Taruman,” ujar Aji Hildan Ferdiansyah.Program INOTARUM menjadi bagian dari komitmen Tim PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi desa. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat Desa Taruman mampu menghasilkan produk olahan sukun yang berkualitas, berdaya saing, serta memiliki peluang untuk dipasarkan secara lebih luas melalui berbagai saluran pemasaran, baik secara konvensional maupun digital.Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan masyarakat, Program INOTARUM diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan produk unggulan desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis sumber daya yang dimiliki Desa Taruman.

Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS Sukses Laksanakan Program DIGITARUM

Grobogan, 12 Juli 2026 – Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital pelaku UMKM Desa Taruman melalui Program DIGITARUM (Digital Taruman). Pada Minggu, 12 Juli 2026, bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, tim bersama para pelaku UMKM dan masyarakat melaksanakan kegiatan live jualan di platform e-commerce Shopee sebagai bentuk implementasi dari rangkaian pelatihan pemasaran digital yang telah dilaksanakan selama beberapa pekan terakhir.Kegiatan live jualan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman secara langsung kepada pelaku usaha dan masyarakat dalam memanfaatkan fitur Shopee Live sebagai media promosi dan penjualan produk. Melalui pendampingan dari Tim PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan, peserta belajar berinteraksi dengan calon pembeli, mempresentasikan produk secara menarik, serta memahami strategi meningkatkan penjualan melalui siaran langsung. Program DIGITARUM sendiri telah dimulai sejak 21 Juni 2026 dengan kegiatan pengenalan akun usaha digital, meliputi pemanfaatan platform TikTok Shop dan Shopee sebagai sarana pemasaran produk UMKM. Selanjutnya, pada 27 Juni 2026, peserta mengikuti praktik pembuatan akun Shopee, sehingga setiap warga memiliki toko digital yang siap digunakan untuk berjualan secara online.Rangkaian kegiatan berlanjut pada 5 Juli 2026 melalui pelatihan strategi penjualan digital dan pembuatan konten UMKM. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai teknik pemasaran digital, penyusunan strategi promosi, serta pembuatan konten foto dan video produk yang menarik untuk meningkatkan daya saing di marketplace dan media sosial.Puncak kegiatan pada 12 Juli 2026 menjadi langkah nyata penerapan seluruh materi yang telah diberikan. Pelaksanaan Shopee Live tidak hanya menjadi media promosi produk unggulan Desa Taruman, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Kegiatan yang dilaksanakan di BLK Desa Taruman ini berlangsung secara interaktif, di mana peserta mempraktikkan teknik menjual produk secara langsung, menjawab pertanyaan calon pembeli, serta menerapkan strategi promosi yang telah dipelajari selama program berlangsung. “Melalui Program DIGITARUM, kami ingin mendampingi masyarakat Desa Taruman agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Pendampingan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan praktik nyata seperti Shopee Live sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memasarkan produknya. Harapannya, kemampuan ini dapat terus dikembangkan secara mandiri dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Aji Hildan Ferdiansyah sebagai Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan 2026 . Melalui Program DIGITARUM, Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan berharap pelaku usaha dan masyarakat Desa Taruman mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat desa yang berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan UMKM melalui inovasi digital, sehingga pelaku usaha lokal mampu bersaing di era ekonomi digital.

Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan Bank Sampah, TIM PPK Ormawa IMM Al Haytham Unimus Gelar Edukasi PILAR PRINGAPUS Bersama Warga Kelurahan Pringapus

SEMARANG, 05 Juli 2026 — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) PK IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sukses menggelar program perdana bertajuk PILAR PRINGAPUS (Pilah Limbah Rumah Tangga) pada Minggu, 5 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dilaksanakan di kediaman Ketua RT 06 RW 02, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, dan dihadiri oleh 28 warga setempat. Program PILAR PRINGAPUS merupakan bagian dari program besar LENTERA (Lele Sejahtera) — sebuah inisiatif terpadu yang mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan pengembangan budidaya ikan lele berbasis sistem bioflok di Kelurahan Pringapus. Program ini lahir dari keprihatinan atas tingginya volume timbulan sampah di kelurahan tersebut yang diperkirakan mencapai 1—3 ton per hari, dengan sekitar 60 persen di antaranya berupa sampah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal. Kegiatan diisi dengan sesi edukasi dan diskusi interaktif bersama narasumber, Dr. Eko Yulianto, M.Pd., yang menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai kunci utama pengelolaan lingkungan yang sehat. Ia menyoroti bahwa sampah yang sudah tercampur tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga menyulitkan proses daur ulang maupun pemanfaatan lebih lanjut. “Dirimu adalah lingkunganmu. Sesederhana apapun, yang penting bersih,” ujar Dr. Eko Yulianto, menegaskan bahwa perubahan perilaku dalam mengelola sampah tidak memerlukan infrastruktur besar — cukup dimulai dari kesadaran dan komitmen individu. Dalam paparannya, Dr. Eko Yulianto menyampaikan empat langkah strategis yang dapat diterapkan oleh masyarakat, yakni pembentukan bank sampah di tingkat lingkungan, penerapan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik secara konsisten, kolaborasi dengan pengepul lokal sebagai sumber pendapatan kas komunitas, serta penguatan komitmen kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sesi tanya jawab bersama warga semakin memperkaya jalannya diskusi. Warga mengungkapkan bahwa Kelurahan Pringapus sebenarnya telah memiliki bank sampah yang telah berjalan selama dua tahun. Bahkan, komunitas telah menerapkan sistem denda sebesar Rp2.000 setiap dua minggu — atau Rp4.000 per bulan — bagi warga yang tidak menyetorkan sampah sesuai jadwal yang disepakati. Praktik ini dinilai efektif dalam mendorong partisipasi aktif dan tanggung jawab bersama warga terhadap lingkungannya. Kegiatan ini merupakan implementasi perdana dari serangkaian program yang akan terus bergulir, termasuk MAGGOT AQUAFEED, DESALE (Demo Masak Lele), dan LELADA (Lele Lezat Anak Desa) — keempat program yang dirancang untuk mewujudkan Kelurahan Pringapus sebagai Desa Wirausaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Program LENTERA sendiri berada di bawah bimbingan Dosen Pendamping Dr. Siti Aminah, S.TP, M.Si., dan didukung penuh oleh Pemerintah Kelurahan Pringapus serta berbagai mitra strategis.

PPK Ormawa IMM Al Haytham Gandeng Mitra Bank Sampah Resik Sejahtera Kelurahan Sambiroto untuk Sinergikan Program Pengabdian Masyarakat

Kabupaten Semarang – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang menggelar Program Maggot aquafed I yang berfokus pada Pelatihan Pembudidayaan maggot dari telur hingga panen di Kantor Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang (12/ 7). Program pelatihan ini menjadi langkah kedua Upaya PPK Ormawa IMM Al Haytham memperkuat outcome yang akan dicapai yaitu, Pengembangan usaha budidaya lele dengan integrasi pengolahan sampah organic dalam mendukung efisiensi pakan. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kabupaten atau kota setidaknya menerima sekitar 850-900 ton sampah setiap hari, yang tentunya menjadi sebuah tantangan dalam proses pengolahan sampah yang dihasilkan. Pemerintah tentunya telah melakukan berbagai Upaya untuk mengelola sampah, seperti meningkatkan kesadaran masyrakat, mengembangkan sistem pengangkutan cerdas, dan mengubah system open dumping menjadi sanitary landfill. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan warga kelurahan pringapus hingga jajaran pengurus kelurahan pringapus Kabupaten Semarang. Dalam rangkaian pembukaan penyelenggaraan pelatihan ini  Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Al Haytham IMMawan Haidar Adnan menyampaikan apresiasi yang sangat terhadap sambutan hangat warga kelurahan pringapus yang berpartisipatif dalam pelaksanaan program kerja maggot aquafeed I. Selama pelaksanaan, warga dan jajaran Kelurahan Pringapus memperoleh materi yang disampaikan oleh Bapak Suparno Pengurus Bank Sampah Resik Sejahtera kelurahan sambiroto Kecamatan Tembalang memaparkan Mengolah Sampah Organik dengan Maggot (Black Soldier Fly) BSF. Saat penyampaian materi, Bapak Suparno menyampaikan peluang yang sangat menjanjikan dalam budidaya maggot berbagai hal diantaranya, sebagai bahan baku alternatif pakan ikan dan unggas, dapat diproduksi secara kuantitas tanpa membutuhkan lahan yang luas, waktu panen yang relative cepat dengan rentang dalam 15-20 hari, saling berkesinambungan, bisa digunakan sebagai pakan fresh ataupun tepung serta dried maggot dan peluang terakhir dama budidaya maggot ini tentunya tak butuh modal besar yang perlu dianggarkan. Berbagai peluang yang nampak dalam budidaya, tentunya terdapat tantangan yaitu, tidak semua orang berani memulung sampah khususnya sampah sisa dapur dan sampah di Indonesia rata-rata belum terpilah. Rangkaian materi tersebut yang juga disambung dengan diskusi serta melihat langsung siklus kehidupan maggot dari tahap telur sampai bentuk lalat BSF, yang tentunya mempunyai potensi utama sebagai pengurai bahan organik yang sangat efektif terutama dalam mengurangi jumlah sampah dapur organik rumah tangga oleh warga. Melalui penyelenggaraan Pelatihan Budidaya maggot ini diharapkan menjadi langkah mengurangi sampah organik limbah dapur rumah tangga untuk lahirnya ekosistem masyarakat peduli lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi wadah pembelajaran bersama antar Mahasiswa Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Al Haytam dan Warga Kelurahan Pringapus. Selaras dengan semangat Tim Pelaksana untuk mewujudkan “Lentera : Cahaya Ekonomi Desa”.

Optimalkan Pemasaran Digital UMKM Desa, S1 Manajemen Unimus Terjun Langsung di PPK Ormawa Pringapus

Semarang, 13 Juni 2026 – Program Studi S1 Manajemen Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kehadiran Sekretaris Program Studi, Nurhayati, S.E., M.M., pada Launching PPK Ormawa IMM Al Haytham bertajuk LENTERA di Kelurahan Pringapus. Program ini melibatkan mahasiswa lintas program studi untuk mengelola rantai pasok usaha, mulai dari hulu (pakan maggot murah) hingga ke hilir (penjualan produk lele). Mahasiswa dari rumpun Manajemen berperan dalam pengelolaan rantai pasok usaha, mulai dari pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif hingga strategi pemasaran hasil budidaya lele. Tim mahasiswa manajemen akan memfokuskan pendampingan pada aspek pembukuan keuangan bioflok, penguatan kelembagaan bank sampah, dan pembuatan platform pemasaran digital bagi UMKM desa. Program yang dirancang bersama Lurah Pringapus, Cahya Okta P., ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu manajemen secara langsung, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Prodi S1 Manajemen FEHBi Unimus Laksanakan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 untuk Penguatan Budaya Mutu dan Akreditasi

Semarang, 11 Juni 2026 – Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBi) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melaksanakan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 pada Jumat, 11 Juni 2026, bertempat di Ruang 725 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Unimus. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi berkelanjutan guna memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi serta mendukung peningkatan mutu akademik dan nonakademik di lingkungan Program Studi S1 Manajemen. Audit Mutu Internal dihadiri oleh Dekan FEHBi Unimus, Wakil Dekan, Gugus Penjaminan Mutu (GPM) FEHBi Unimus, serta seluruh Penanggung Jawab Kriteria Audit Mutu Internal (AMI) Program Studi S1 Manajemen FEHBi Unimus. Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan tim penanggung jawab menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan di lingkungan fakultas.Pada pelaksanaan AMI tahun ini, Program Studi S1 Manajemen menghadirkan tim auditor internal yang berasal dari Program Studi S1 Akuntansi FEHBi Unimus, yaitu Dr. Fatmasari Sukesti, S.E., M.Si. sebagai Auditor 1 dan Ida Kristiana, S.E., M.Si. sebagai Auditor 2. Kedua auditor bertugas melakukan audit terhadap seluruh kriteria yang telah ditetapkan guna memastikan kesesuaian pelaksanaan standar mutu dengan dokumen dan capaian yang dimiliki program studi. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Dekan FEHBi Unimus, Dr. AM. Juma’i, S.E., M.M., sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar seluruh rangkaian audit dapat berjalan dengan lancar serta memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengembangan Program Studi S1 Manajemen. Selanjutnya, Dekan FEHBi Unimus, Dr. Andwiani Sinarasri, S.E., M.Si., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Audit Mutu Internal. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pelaksanaan AMI tahun ini memiliki peran strategis sebagai sarana evaluasi terhadap berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan setelah proses akreditasi pada tahun sebelumnya. “Audit kali ini akan menilai berbagai hal yang telah dilakukan pasca-akreditasi tahun lalu. Oleh karena itu, seluruh dokumen dan data pendukung harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Saat ini kita berada dalam satu lembaga akreditasi mandiri yang sama, yaitu LAMEMBA, sehingga upaya peningkatan kualitas harus terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” ungkapnya. “Semoga melalui Audit Mutu Internal ini Program Studi S1 Manajemen dapat memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Nilai yang diperoleh nantinya bukan hanya sebagai angka pencapaian, tetapi menjadi acuan untuk terus meningkatkan kualitas dan memberikan layanan pendidikan terbaik,” tambahnya. Sementara itu, sambutan dari tim auditor disampaikan oleh Dr. Fatmasari Sukesti, S.E., M.Si. selaku Auditor 1. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kesiapan Program Studi S1 Manajemen dalam mengikuti Audit Mutu Internal Tahun 2026. Beliau berharap pelaksanaan audit dapat menjadi sarana refleksi dan evaluasi bersama guna meningkatkan mutu program studi secara menyeluruh. Selain itu, audit juga bertujuan untuk mengonfirmasi kesesuaian antara data, dokumen, serta implementasi berbagai program yang telah dijalankan oleh Program Studi S1 Manajemen. “Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan audit di Program Studi S1 Manajemen. Harapan kami, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi peningkatan mutu program studi. Audit ini pada dasarnya bertujuan untuk mengonfirmasi data dan dokumen yang telah dipersiapkan sehingga dapat menggambarkan kondisi sebenarnya dari pelaksanaan berbagai standar mutu,” ujarnya. Setiap kriteria diaudit secara mendalam melalui proses pemeriksaan dokumen, verifikasi data, diskusi, serta klarifikasi terhadap berbagai indikator capaian yang telah dipersiapkan oleh tim Program Studi S1 Manajemen. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa seluruh standar mutu telah dilaksanakan sesuai dengan target dan ketentuan yang berlaku. Kegiatan Audit Mutu Internal berlangsung secara tertib, aktif, dan penuh semangat kolaboratif. Seluruh penanggung jawab kriteria memberikan pemaparan dan klarifikasi terhadap data yang dimiliki, sementara tim auditor memberikan masukan serta rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dan pengembangan di masa mendatang. Melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal Tahun 2026 ini, Program Studi S1 Manajemen FEHBi Unimus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan budaya mutu yang kuat, meningkatkan kualitas tata kelola program studi, serta mendukung pencapaian akreditasi unggul yang berkelanjutan. Hasil audit nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengembangan program studi sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.

Tim Mahasiswa Manajemen Lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW)

Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang. Tim yang di ketua oleh Syukron Abdullah berhasil lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa hobi, pengalaman organisasi, dan kreativitas mahasiswa dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki potensi besar. Tim yang bergerak di bidang wisata petualangan canyoning tersebut mengawali perjalanannya dari kegiatan organisasi Mapala Himalaya. Salah satu anggota tim mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Kalau perasaan saya dan teman-teman yang pertama kali muncul yaitu tidak menyangka, karena yang awalnya dari ilmu dan pengalaman dari Mapala Himalaya ternyata bisa membawa kami lolos P2MW. Jadi perjalanan kami berawal dari iseng bermain dan posting kegiatan canyoning saat sedang tren waktu itu, ternyata banyak yang tertarik ikut hingga akhirnya kami membuka trip sendiri. Setelah berjalan sekitar 10 bulan, Bu Ayu mengajak ikut P2MW dan banyak membantu proses penyusunan proposal sampai akhirnya kami dinyatakan lolos. Sangat bersyukur dan bangga karena usaha yang awalnya dari hobi dan organisasi akhirnya bisa mendapatkan kesempatan untuk berkembang lebih jauh dan menjadi salah satu yang lolos P2MW,” ujarnya. Berawal dari aktivitas sederhana dan unggahan di media sosial, usaha wisata canyoning yang mereka jalankan berhasil menarik minat masyarakat. Dengan konsistensi menjalankan trip dan pengembangan usaha selama kurang lebih 10 bulan, tim ini akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi P2MW. Dalam proses penyusunan proposal hingga tahap seleksi, tim juga mendapatkan pendampingan dan dukungan dari dosen pembimbing, Bu Ayu Noviani Hanum, S.E., M.Si., Akt. yang turut membantu mengarahkan pengembangan ide bisnis mereka. Edy Purwanto, S.E., M.M (Kaprodi S1 Manajemen) menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian mahasiswa yang berhasil lolos P2MW tahun ini. “Kami sangat mengapresiasi semangat dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan ide usaha hingga mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, inovasi, dan kemampuan kolaborasi yang baik. Semoga capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berani mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Kaprodi. Melalui capaian ini, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berani memulai usaha, serta mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi peluang bisnis yang bermanfaat dan berdaya saing.

Mahasiswa Manajemen Raih Juara 2 Pemilihan Sahabat Perpustakaan 2026 dengan Gagasan kreatif “Perpustakaan dan AI: Musuh atau Kawan”

Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pemilihan Sahabat Perpustakaan 2026 dengan meraih Juara 2 dengan tema “Eksistensi Perpustakaan di Era AI: Inovasi dan Adaptasi” Perjalanan kompetisi diawali dengan tahap seleksi pembuatan video kreatif berdurasi 2 menit 30 detik yang diunggah melalui media sosial pribadi seperti Instagram dan TikTok. Dalam video tersebut, Harlan A Ganur (Mahasiswa S1 Manajemen) mengangkat subtema “Perpustakaan dan AI: Musuh atau Kawan” yang membahas bagaimana perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi perpustakaan, melainkan sebagai peluang untuk berinovasi dan beradaptasi dalam memberikan layanan informasi yang lebih modern, cepat, dan relevan bagi generasi digital. Melalui penyampaian yang kreatif, komunikatif, dan inspiratif, video tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri sehingga mengantarkan peserta lolos ke babak Grand Final. Pada tahap Grand Final, peserta mempresentasikan lebih lanjut ide dan inovasi yang ditawarkan untuk pengembangan perpustakaan di era digital berbasis AI yang pada akhirnya mampu menempatkannya menjadi Juara 2 pada pemilihan sahabat perpustakaan unimus 2026. “Alhamdulillah saya berhasil lolos seleksi pembuatan video dan melanjutkan ke babak grand final untuk presentasi terkait ide dari video kreatif saya sebelumnya dan inovasi yang saya berikan terhadap perpustakaan, pada akhirnya saya bisa mendapatkan dan meraih juara 2 pada Pemilihanan Sahabat Perpustakaan 2026” ucap Harlan A Ganur Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam pengembangan literasi digital di era transformasi teknologi saat ini. Selain itu, capaian ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi S1 Manajemen mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta aktif menghadirkan solusi kreatif di tengah kemajuan teknologi Artificial Intelligence.

Dari Ide ke Profit: Program Studi S1 Manajemen UNIMUS Gelar PKM Internasional di China untuk Perkuat Kompetensi Bisnis Mahasiswa

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kompetensi global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang diselenggarakan di Taizhou, China, pada 17 April 2026. Kegiatan bertajuk “From Idea to Profit: Financial Strategy and Business Model Canvas” ini ditujukan bagi mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPIT Nanjing Ranting Taizhou di Jiangsu Agri Animal Husbandry Vocational College (JSAHVC). Program ini berfokus pada penguatan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomis melalui perencanaan yang matang. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi terkait strategi keuangan serta penerapan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat untuk merancang dan mengembangkan model bisnis secara sistematis. Selain itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif dan praktik langsung, sehingga peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara nyata. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ketua Tim, Suharti, S.E., M.M., yang turut memberikan pendampingan kepada peserta selama kegiatan berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam diskusi serta kesungguhan dalam menyusun rancangan bisnis masing-masing. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri dapat meningkatkan wawasan kewirausahaan, kemampuan berpikir strategis, serta kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia bisnis global. Program PKM Internasional ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Program Studi Manajemen UNIMUS dalam mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat internasional.

Mahasiswa Manajemen Raih Prestasi Tingkat Universitas, Tunjukkan Semangat “Outperform”

Mahasiswa Prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang (FEHB UNIMUS) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang kompetisi National University Debating Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) Universitas Muhammadiyah Semarang. Capaian ini menjadi bukti nyata semangat belajar, kerja keras, dan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri baik di bidang akademik maupun non-akademik. Prestasi ini terasa istimewa karena diraih oleh mahasiswa dari Yusuf Ammar Imtiyaaz yang berhasil menunjukkan kualitas, kompetensi, dan daya saing yang unggul. Kemenangan ini menjadikan Yusuf mewakili kampus untuk melaju ke tahap selanjutnya. “Sebuah kehormatan menjadi satu-satunya kelas karyawan yang bisa mewakili Unimus untuk Lomba Nasional. Senang dan semakin semangat untuk belajar lebih dalam, lebih antusias, lebih semangat, lebih OUTPERFORM! Semoga bisa menginspirasi untuk Mahasiswa lain dan saling menyebar energi positif. Think Big, Start Small, Move Fast”. ungkap mahasiswa peraih prestasi.” Dengan semangat Think Big, Start Small, Move Fast, prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan, terus mengasah kemampuan, dan memberikan kontribusi terbaik. Selamat atas pencapaian yang diraih. Terus berprestasi, terus menginspirasi, dan terus menjadi energi positif bagi sesama.